Looking for a First-Class Business Consultant?
Why our consulting
We are a full service business development group – we build strategies and systems.
read moreGlobal consumer insights
Rapid and sustainable solutions to the most complex business challenges with cooperative process-driven.
read moreThought Leadership
A solution is proposed, from here you can action the plan with just outline assistance.
read moreindustries
Travel and Aviation
Consulting
Study popular tourism destinations and improve your sales skills to successfully advise your clients on the best travel options.
Business Services
Consulting
We consider all the drivers of change - from the ground up and we'll motivate and support you to make the change.
Consumer Products
Consulting
Design repeatable growth models and innovation pipelines that generate new products with higher potential and lower risks of failure.
Financial Services
Consulting
We work buy-side and sell-side and give our clients hard-hitting and objective answers and focus hard on the best opportunities.
Energy and Environment
Consulting
We work across all the major construction geographies and end sectors, meaning we understand the underlying drivers in construction markets.
Surface Transport &
Logistics Consulting
Scheduled transport operations, from broad market trends and strategy to the development of integrated commercial strategies.
Doing the right thing,
at the right time.
0
0
0
0
testimonials
The demands for financial institutions have changed a bit. Obfuscation is no longer accepted, which is why this Business WordPress Theme is so perfect.
Debbie Kübel-Sorger
Chairman, Kreutz AirlinesConsulting WordPress Theme is the way to go for financial institutions. We take pride in being a transparent and perfection oriented organization.
Christian Marcil
Partner & Managing Director, Grandier Co.Prior to joining Consulting WP, Bianca ran a project management software firm in the U.S. and worked in consulting and investment banking.
Bianca Hammound
Managing Director, Erickssonbefore they talk to investors.
news
-
Harga Emas Hari Ini, Senin (20/11/2023) Sentimen The Fed Mereda
Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global hari ini (20/11/2023) berisiko mengalami aksi ambil untung (profit taking) karena meredanya sentimen konflik Timur Tengah antara Israel-Palestina. Di sisi lain, investor masih memantau aksi lanjutan The Fed terkait kebijakan suku bunga. Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan harga emas (XAUUSD) melesat US$42,48 sepanjang pekan lalu ke US$1.980,72 per troy ons. Bahkan, harga emas sempat menyentuh US$1.993, mendekati level psikologis US$2.000 per troy ons. Pada perdagangan Senin (20/11/2023) pukul 08.45 WIB, harga emas spot naik 0,02% menjadi US$1.981,28 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Desember 2023 stagnan di posisi US$1.984,70 per troy ounce. “Kenaikan harga emas tersebut dipicu ekspektasi suku bunga di Amerika Serikat (AS) pasca rilis serangkaian data termasuk inflasi (consumer price index/CPI) yang pertumbuhannya melambat. Pelaku pasar kini yakin 100% bank sentral AS (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga lagi, hal tersebut terlihat di perangkat FedWatch milik CME Group,” jelas Monex. Pada perdagangan sesi Asia Senin (20/11/2023), kabar perang Israel dan Hamas di Gaza bisa mempengaruhi harga emas. Keduanya diprediksi akan mencapai kesepakatan soal sandera pada pekan ini. Sebanyak 200 orang yang disandera Hamas diperkirakan akan dibebaskan, dan bisa saja perang akan dihentikan sementara. Kabar baik tersebut tentunya membuat daya tarik emas sebagai safe haven menurun dan bisa memberikan tekanan. Apalagi kenaikan tajam pada pekan lalu juga bisa membuat pelaku pasar tergoda melakukan profit taking. Dari dalam negeri, harga emas cetakan Antam dan UBS hari ini di Pegadaian terpantau stagnan pada perdagangan hari ini, Senin (20/11/2023). Emas cetakan termurah yakni UBS 0,5 gram dibanderol seharga Rp585.000. Mengacu data di laman resmi Pegadaian, harga emas termurah hari ini adalah cetakan UBS ukuran 0,5 gram yang dihargai Rp585.000, masih sama dibandingkan harga kemarin. Sementara itu, untuk emas cetakan Antam ukuran sama dibanderol Rp613.000, tidak bergerak dari harga sebelumnya. Selanjutnya, Pegadaian juga menyediakan emas dalam ukuran 1 gram yang dibanderol seharga Rp1.124.000 untuk cetakan Antam atau masih sama dengan harga kemarin, sedangkan emas UBS ukuran 1 gram dihargai Rp1.096.000 atau stagnan.
20 November 2023 Read more -
Harga Emas Pekan Ini: Mungkinkah Naik ke US$ 2.000?
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas ditutup terkoreksi pada Jumat pekan kemarin, namun harga emas masih berada di jalur kenaikan mingguan pertamanya dalam tiga minggu terakhir. Kenaikan harga dipicu keyakinan investor bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (the Fed) telah selesai menaikkan suku bunganya, sehingga menyebabkan dolar AS dan imbal hasil Treasury lebih rendah. Pada perdagangan Jumat (17/11/2023) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,04% di posisi US$ 1.980,01 per troy ons. Dalam sepekan kemarin, harga emas telah mengalami kenaikan sebesar 2,23%. Sementara, hingga pukul 06.00 WIB Senin (20/11/2023), harga emas di pasar spot dibuka lebih rendah atau turun 0,16% di posisi US$ 1.976,78 per troy ons. Dolar berada di jalur penurunan mingguan, membuat emas lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun berada di dekat posisi terendah dalam dua bulan. Jumlah orang AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat lebih dari perkiraan pada minggu lalu, yang dapat membantu perjuangan The Fed melawan inflasi. Data tersebut semakin menegaskan jika ekonomi AS mendingin. Terlebih, inflasi AS juga melandai ke 3,2% (year on year/yoy) pada Oktober 2023, dari 3,7% (yoy) pada September 2023. Pasar tenaga kerja yang melambat dan data inflasi konsumen yang lebih lemah dari perkiraan mendorong pelaku pasar untuk merevisi perkiraan mereka mengenai tindakan The Fed di masa depan. Para pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada pertemuan kebijakan 12-13 Desember mendatang, menurut alat CME FedWatch. Kondisi ini akan berdampak positif terhadap emas. Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat. Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik. Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga dapat menurunkan opportunity cost memegang emas. Sehingga emas menjadi lebih menarik untuk diburu. Pekan ini, investor menanti data risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan keluar Rabu pekan ini. Risalah tersebut diharapkan bisa memberi sinyal lebih jelas mengenai kebijakan suku bunga ke depan. “Ada potensi besar emas terus rally ke depan tetapi saat ini emas memang perlu melemah sedikit sebelum rally berikutnya. Emas sedang mencoba melewati level US$ 2.000 per troy ons,” tutur Everett Millman, analis dari Gainesville Coins, kepada Reuters.
20 November 2023 Read more -
Harga Emas Gagal Mengganas Karena The Fed Masih Buat Was-Was
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas melemah setelah keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Harga emas di pasar spot pada perdagangan kemarin, Rabu (1/11/2023) ditutup di posisi US$ 1.982,15 per troy ons. Harganya melandai 0,03%. Artinya, emas sudah melemah selama tiga hari beruntun dengan pelemahan mencapai 1,16%.Emas sedikit menguat pada hari ini. Pada perdagangan Kamis (2/11/2023) pukul 06:10 WIB, harga emas ada di posisi US$ 1.983,78 atau menguat 0,08%. Analis Standard Chartered, Suki Cooper, menjelaskan harga emas melemah karena pelaku pasar melihat The Fed masih hawkish.“Tekanan dari ekonomi makro masih membayangi emas mulai dari inflasi tinggi sampai suku bunga dan kenaikan dolar. Emas masih tertolong oleh konflik Timur Tengah,”tutur Cooper kepada Reuters. Senada, Praveen Singh, analis dari BNP Paribas mengatakan pernyataan The Fed yang mengatakan masih akan mempertimbangkan data ekonomi untuk kebijakan suku bunga membuat emas tertekan.“Suku bunga memang tidak naik tetapi fokus pertimbangan The Fed adalah ekonomi AS,” ujarya. Sesuai ekspektasi pasar, The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50% pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia. Dengan demikian, The Fed sudah menahan suku bunga dalam dua pertemuan terakhir. The Fed terakhir kali menaikkan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 25 Juli 2023. Namun, The Fed menegaskan jika inflasi belum berjalan secepat keinginan mereka sehingga potensi kenaikan suku bunga masih ada. Chairman The Fed Jerome Powell juga mengingatkan jika The Fed belum membuat keputusan apapun terkait suku bunga untuk Desember mendatang. Semua keputusan akan sangat bergantung pada perkembangan data. “Komite tetap menetapkan target inflasi di kisaran 2%. Dalam menetapkan kebijakan moneter, komite akan mempertimbangkan dampak kumulatif dari pengetatan moneter, dampak ekonomi, dan perkembangan sektor keuangan,” tulis The Fed dalam keterangan resminya. Powell pada saat konferensi pers usai rapat FOMC menjelaskan jika upaya untuk membawa inflasi kembali ke kisaran 2% masih jauh.Sebagai catatan, inflasi AS mencapai 3,7% (yoy) pada September 2023. Inflasi inti masih bergerak di 4,1%.“Proses untuk menurunkan inflasi ke kisaran 2% masih jauh dari selesai. Kami akan menentukan kebijakan dari pertemuan ke pertemuan,” tutur Powell, dikutip dari CNBC International. Dalam pernyataan resminya, The Fed mengatakan jika indikator terbaru menunjukkan aktivitas ekonomi AS masih kuat pada kuartal III-2023 tetapi data tenaga kerja sudah bergerak moderat Selain The Fed, amblesnya aktivitas manufaktur Asia ikut membuat harga emas melandai. PMI manufaktur Indonesia ada di angka 51,5. Indeks PMI terjun ke level terendah sejak Mei 2023 atau terendah dalam lima bulan terakhir. PMI Vietnam turun ke 49,6 pada Oktober, dari 49,7 pada September sementara PMI Thailand turun menjadi 47,5 pada Oktober dari 47,8 pada September. PMI Manufaktur China juga jatuh ke fase kontraksi yakni 49,5 pada Oktober dari fase ekspansif 50,6 pada September. China adalah konsumen terbesar emas sehingga perkembangan di sana akan sangat menentukan emas.
2 November 2023 Read more -
Harga Emas Hari Ini, 2 November 2023, The Fed Tahan Suku Bunga
Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global hari ini diperkirakan akan mengalami jenuh beli setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku bunga acuan stabil di kisaran 5,25%-5,5% pada pertemuan yang digelar 31 Oktober-1 November 2023. Tim analis Monex Investindo Futures menjelaskan secara teknikal setelah membentuk pola reversal pattern double top, emas kini semakin menjauhi level tertinggi lima bulan, Kemampuan harga menembus level support daily juga menjadi sinyal bahwa potensi penurunan masih tetap terbuka. “Dengan menggunakan pola zigzag, struktur penurunan juga kian tampak, adanya pola harga lower high dan diikuti dengan dengan lower low menjadi sinyal penurunan harga emas,” tulis analis Monex, Kamis (2/11/2023). Analis Monex menambahkan emas masih memiliki kesempatan turun lantaran saat ini harga berada pada channel down pattern dan indikator stochastic juga menunjukkan peluang jual karena garis merah dan biru berpotongan di area jenuh beli. Bila terus bergerak turun maka emas berpeluang menuju level support US$1.974,90 per troy ounce. Sentimen dari mancanegara khususnya AS tertuju pada keputusan Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap stabil tetapi membuka kemungkinan kenaikan lebih lanjut, dalam pernyataan kebijakan yang mengakui kekuatan ekonomi AS cukup mengejutkan. “Saat bayangan faktor makro [dari kekuatan dolar, meningkatnya ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama dan berkurangnya tekanan inflasi] tetap ada setelah pertemuan The Fed, lalu faktor geopolitik telah lebih dari cukup untuk mengimbanginya,” kata analis Standard Chartered, Suki Cooper, mengutip Reuters, Kamis (2/10/2023). Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral AS tidak memikirkan penurunan suku bunga saat ini. Pekan ini, harga emas sedikit turun setelah melampaui level penting US$2.000 pada Jumat pekan lalu. Emas batangan naik lebih dari 7% pada Oktober 2023, dibantu oleh kuatnya permintaan safe-haven akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah. Setelah keputusan The Fed, dolar AS mempertahankan penguatannya sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun ke posisi terendah dalam dua minggu. Para pedagang menambahkan spekulasi bahwa bank sentral telah selesai menaikkan suku bunga mereka dan akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan Juni tahun depan. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas. “Kombinasi dari suku bunga yang lebih rendah, melemahnya dolar AS, dan pembelian sektor resmi yang kuat akan membantu emas dalam jangka panjang,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.
2 November 2023 Read more -
Harga Emas Hari Ini, 31 Oktober 2023, Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed
Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global turun US$ 9,85 ke US$ 1.996,18 per troy ons pada perdagangan awal pekan kemarin. Aksi profit taking menjadi pemicu penurunan, di tengah penantian pelaku pasar atas kebijakan suku bunga The fed terbaru minggu ini. Tim analis Monex Investindo Futures menjelaskan aksi profit taking semakin terlihat sebab indeks dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan tajam kemarin. Emas dan dolar AS memiliki korelasi negatif, artinya ketika dolar AS turun harga emas cenderung naik. Penurunan emas begitu juga dengan dolar AS menjadi indikasi adanya profit taking. Posisi emas yang tinggi serta kenaikan tajam tentunya membuat pelaku pasar mencairkan cuan dengan menjual posisi beli. Apalagi, di pekan ini ada pengumuman suku bunga bank sentral AS (The Fed) dan rilis data non-farm payrolls (NFP). “Sebelum pengumuman tersebut, aksi profit taking masih akan membayangi harga emas termasuk pada perdagangan sesi Asia Selasa hari ini. Selain itu, rilis data dari China serta pengumuman kebijakan moneter bank sentral Jepang juga akan mempengaruhi pergerakan,” Papar Monex dalam riset harian, Selasa (31/10/2023). Sebagai informasi, harga emas di pasar spot mencapai US$2,009.29 per ounce pada perdagangan hari Jumat (27/10) melampaui level US$2,000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Mei, karena investor berbondong-bondong mencari emas batangan yang aman. Pasukan dan tank Israel menyerang kota utama Gaza di utara dari timur dan barat. Emas sedang berkonsolidasi dan membangun basis untuk kenaikan lebih lanjut, tergantung pada geopolitik, kata analis StoneX Rhona O’Connell dalam sebuah catatan. Pedagang juga mencermati keputusan kebijakan bank sentral AS yang akan dirilis pada hari Rabu. Meskipun The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah, fokusnya akan tertuju pada komentar Ketua Jerome Powell. “Jika The Fed terdengar hawkish, maka kita akan melihat sedikit reaksi negatif dari emas,” kata Wyckoff. Meskipun emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Harga perak di pasar spot naik 0,9% pada US$23,34. “Permintaan tenaga surya perak dapat terhambat oleh resesi di UE,” tulis analis Heraeus dalam sebuah catatan. “Harga perak biasanya mengikuti arah emas dalam resesi, meskipun para pedagang biasanya lebih memilih emas ketika menyeimbangkan emas yang merupakan aset safe-haven dan lebih banyak perak industri pada periode pertumbuhan yang lebih rendah. Akibatnya, harga perak diperkirakan akan berkinerja lebih buruk dari emas. ” Platinum melonjak 3,1% menjadi US$931,96 dan paladium naik 0,3% menjadi US$1,125.65.
31 October 2023 Read more -
Penguasa Amerika Mau Bersabda, Harga Emas Langsung Merana
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas jatuh dan terlempar dari level US$ 2.000 per troy ons di tengah penantian pasar akan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Harga emas di pasar spot pada perdagangan kemarin, Senin (30/10/2023) ditutup di posisi US$ 1.995,87 per troy ons. Harganya jatuh 0,49%. Pelemahan ini memutus tren positif emas yang menguat pada tiga hari perdagangan sebelumnya. Pelemahan sekaligus menyeret emas kembali ke bawah level US$ 2.000 per troy ons. Harga emas masih melemah pada hari ini. Pada perdagangan Selasa (31/10/2023) pukul 06:17 WIB, harga emas melemah 0,06% ke posisi US$ 1.994,59 per troy ons. Harga emas melandai karena pelaku pasar memilih wait and see menunggu hasil rapat FOMC. Emas juga melandai karena kekhawatiran mengenai ketegangan di Timur Tengah sedikit mereda. Bank sentral AS The Fed akan mulai menggelar rapat FOMC hari ini hingga Rabu. Bank sentral paling super power di dunia tersebut akan mengumumkan kebijakan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia. Pasar berekspektasi The Fed masih akan menahan suku bunga acuan di kisaran 5,25-5,50% pada bulan ini. Perangkat FedWatch Tool menunjukkan 98,4% pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga acuan. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 99,9%. Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar juga menunggu pernyataan Chairman The Fed Jerome Powell mengenai sinyal kebijakan ke depan. The Fed pada pertemuan September lalu mengisyaratkan masih akan mengerek suku bunga sekali lagi pada tahun ini meskipun kebijakan akan sangat ditentukan oleh data-data ekonomi. Data terbaru menunjukkan ekonomi AS masih melaju kencang sehingga inflasi diproyeksi sulit melandai. Ekonomi AS masih tumbuh kencang 4,9% (year on year/yoy) pada kuartal III-2023, tertinggi sejak kuartal IV-2022 atau hampir dua tahun. Data S&P Global Manufacturing PMI Flash menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat ke level ekspansif yakni 50 pada Oktober 2023, dari 49,8 pada September. S&P Global Service PMI Flash juga menunjukkan penguatan menjadi 50,9 pada Oktober, dari 50,1 pada September. Inflasi AS masih stagnan di angka 3,7% (yoy) pada September 2023, jauh dari target The Fed yakni di kisaran 2%. “Data ekonomi AS yang masih kuat akan membuat The Fed mempertahankan kebijakan hawkishnya. The Fed mungkin tidak akan menaikkan suku bunga acuan tetapi masih akan hawkish ke depan,” tutur Matt Simpson, analis dari City Index, dikutip dari Reuters. Analis dari Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan konflik di Timur Tengah masih akan menjadi penopang emas. “Jika konflik memburuk maka itu bisa menggerakan emas dengan cepat. Emas masih berpotensi mencetak rekor tertinggi,” tuturnya kepada Reuters.
31 October 2023 Read more -
Harga Emas Hari Ini, 26 Oktober 2023, Dekati Level Psikologis US$2.000
Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas hari ini masih berpotensi menguat selama bergerak di dalam channel bullish dengan membidik resistance terdekat di area US$1.987,10 sebelum membidik resistance kuat di US$1.991,22 per troy ounce. Tim analis Monex Investindo Futures menjelaskan secara teknikal potensi untuk kenaikan harga emas juga didukung oleh pergerakan indikator stochastic yang bergerak ke atas. “Harga emas juga berpeluang bergerak naik selama bergerak di atas level US$1.980.09 atau area dari Simple Moving Average 50 yang dapat bertindak sebagai level support terdekat,” tulis analis Monex dalam risetnya, Kamis (26/10/2023). Penguatan harga emas didukung oleh berlanjutnya konflik Israel vs Hamas, sembari investor menantikan data ekonomi utama Amerika Serikat (AS) terbaru sebagai petunjuk lebih lanjut mengenai jalur kebijakan Bank Sentral Federal Reserve. “Kekhawatiran geopolitik tidak akan hilang dalam jangka pendek, yang akan terus mendukung emas,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, mengutip Reuters. Militer Israel mengintensifkan pemboman di Gaza selatan semalam, di tengah seruan internasional untuk menghentikan pertempuran. Membatasi kenaikan emas batangan, indeks dolar dan benchmark imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis. Perhatian investor beralih ke angka PDB kuartal ketiga AS yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat dan indeks harga PCE AS pada Jumat yang dapat berdampak pada prospek suku bunga Federal Reserve. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Pasar secara luas mengharapkan The Fed untuk mempertahankan suku bunganya pada pertemuan kebijakan bulan depan, menurut alat CME FedWatch. “Jika data menunjukkan perlambatan, hal ini akan memberikan lebih banyak alasan bagi The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga, yang seharusnya sangat mendukung emas dan melihat harga kembali di atas US$2.000,” tambah Haberkorn.
26 October 2023 Read more -
Kepada Pemilik Emas Silahkan Senyum Lagi, Harganya Terbang
Jakarta, CNBC Indonesia– Harga emas pelan-pelan naik sejalan dengan kembali memanasnya perang Israel vs Hamas. Harga emas di pasar spot pada perdagangan Rabu (25/10/2023), ditutup di posisi US$ 1.979,62 per troy ons. Harganya menguat 0,48%. Penguat ini memutus tren negatif emas yang anjlok pada dua hari sebelumnya.Harga emas masih menguat pada hari ini. Pada perdagangan Kamis (26/10/2023) pukul 06:22 WIB ada di posisi US$ 1.983,09, harga emas menguat 0,18%. Analis dari ActivTrades, Ricardo Evangelista, menjelaskan ketegangan di Timur Tengah membuat permintaan emas sebagai aset aman meningkat. “Di satu sisi kondisi geopolitik di Timur Tengah meningkat sementara di sisi lain data ekonomi Eropa memburuk. Ini membuat harga emas menguat,” tutur Evangelista, dikutip dari Reuters. Dalam perkembangan terbaru, Israel terus memborbardir Gaza bagian selatan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel sedang mempersiapkan invasi darat ke Gaza, sementara penembakan Israel menewaskan lebih banyak warga sipil Palestina dan tekanan internasional meningkat untuk memberikan bantuan dan melindungi sandera yang ditahan oleh Hamas. Netanyahu mengatakan keputusan mengenai kapan pasukan akan masuk ke Gaza akan diambil oleh kabinet perang khusus pemerintah, namun ia menolak memberikan rincian mengenai waktu atau informasi lain mengenai operasi tersebut. Namun, Evangelista, mengingatkan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang membaik membuat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) masih akan hawkish. “Suku bunga mungkin masih akan berada di level tinggi dalam jangka panjang dan bahkan mungkin ada kenaikan suku bunga lagi tahun ini. Kondisi ini bisa membuat emas melemah,” imbuhnya. Aktivitas bisnis di AS meningkat pada Oktober 2023. Data S&P Global Manufacturing PMI Flash menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat ke level ekspansif yakni 50, dari 49,8 pada September.S&P Global Service PMI Flash juga menunjukkan penguatan menjadi 50,9 pada Oktober, dari 50,1 pada September. Sebaliknya, HCOB Manufacturing PMI Flash pada Oktober 2023 melandai sedikit ke 43 dari 43,4 pada September. HCOB Composite PMI Flash pada Oktober 2023 melandai menjadi 46,5 pada Oktober, dari 47,2 pada September 2023. Kondisi di Eropa menunjukkan jika ekonomi Benua Biru belum juga membaik sehingga ekspektasi bank sentral Eropa akan menurunkan hawkishnya menguat. Hal ini ikut mendorong harga emas. Analis dari City Index, Matt Simpson, mengungkapkan konflik di Timur Tengah akan menjadi kunci pergerakan emas ke depan. “Konflik di Timur Tengah sepertinya tidak akan memanas dalam waktu dekat dan segera. Jika kondisi demikian maka emas akan kesulitan menguat ke level US$ 2.000 dan bahkan bisa turun ke US$ 1.950,” ujarnya. Selain perang, kenaikan harga emas juga didukung China. Penjualan emas pada Januari-September 2023 naik 7,32%.
26 October 2023 Read more -
Harga Emas Dunia Makin Mahal, Siap-Siap Tembus USD 2.000
Liputan6.com, Jakarta Harga emas menguat pada hari Rabu (Kamis waktu Jakarta). Kenaikan harga emas dunia didukung oleh berlanjutnya konflik di Timur Tengah antara Israel dan Hamas Palestina. Sementara investor menantikan data ekonomi utama AS untuk isyarat lebih lanjut mengenai jalur kebijakan Federal Reserve. Dikutip dari CNBC, Kamis (26/10/2023), harga emas naik 0,5% ke level USD 1.979,79 per ounce, setelah menurun dalam dua sesi sebelumnya dan diperdagangkan di bawah level tertinggi lima bulan yang dicapai minggu lalu. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,3% menjadi USD 1.991,90. Kekhawatiran geopolitik tidak akan hilang dalam jangka pendek, yang akan terus mendukung emas, kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures. Militer Israel mengintensifkan pemboman di Gaza selatan semalam, di tengah seruan internasional untuk menghentikan pertempuran. Semantara itu, faktor yang membatasi kenaikan emas batangan, indeks dolar dan benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik tipis. Perhatian investor beralih ke angka PDB kuartal ketiga AS yang dirilis pada hari Kamis dan indeks harga PCE AS pada hari Jumat yang dapat berdampak pada prospek suku bunga Federal Reserve. Dampak Kenaikan Suku Bunga ke Harga Emas Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Pasar secara luas mengharapkan The Fed untuk mempertahankan suku bunganya pada pertemuan kebijakan bulan depan, menurut alat CME FedWatch. Jika data menunjukkan perlambatan, hal ini akan memberikan lebih banyak alasan bagi The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga, yang seharusnya sangat mendukung harga emas dan melihat harga kembali di atas USD 2.000, tambah Haberkorn.
26 October 2023 Read more -
Harga Emas Mulai Mendingin, Investor Nantikan Sinyal Terbaru The Fed
Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas bertahan hampir stabil pada penutupan perdagangan Selasa (24/10/2023) waktu setempat, setelah mencapai level tertinggi lima bulan pada minggu lalu, sementara para pedagang terus memperhatikan data ekonomi AS dan ketegangan di Timur Tengah. Mengutip Blomberg, Rabu (25/10/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange turun atau 0,22 % ke level US$1.981,80 per troy ounce. Adapun, Harga emas spot turun tipis 0,01% ke level US$1.970,74 per troy ounce. “Kami melihat beberapa aksi ambil untung di awal sesi dan kemudian para pedagang datang untuk membeli saat penurunan. Sehingga US$2.000 masih mungkin terjadi dalam jangka pendek atau bahkan rekor tertinggi baru jika terjadi eskalasi krisis di Timur Tengah,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals sebagaimana dikutip Reuters. Harga emas telah naik sekitar 9% dalam dua minggu terakhir, mencapai level tertinggi dalam lima bulan di $1,997.09 pada tanggal 20 Oktober, sebuah reli yang terutama dipicu oleh arus masuk safe-haven di tengah kekhawatiran akan meluasnya perang Israel dengan kelompok militan Hamas. Namun ketidakmampuan emas untuk menguat (minggu ini) adalah sinyal bahwa “permintaan safe-haven mulai berkurang, karena pasar belajar untuk hidup dengan ketegangan di Timur Tengah,” tulis Marios Hadjikyriacos, analis investasi senior di broker forex XM, dalam sebuah pernyataan. Membatasi kenaikan emas batangan, indeks dolar (.DXY) menguat terhadap para pesaingnya, membuat emas lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.
25 October 2023 Read more
Would you like to speak to one of our financial advisers over the phone? Just submit your details and we’ll be in touch shortly. You can also email us if you would prefer.
-
14 Tottenham Road, N1 4EP, London, United Kingdom
-
+1 212-226-3126
-
-
148 Commercity Isola Road, M1 R43 Berlin, Germany
-
+3 864-784-4848
-
-
10 Via Della Consordia Road, S3 7ME Madrid, Spain
-
+1 212-226-3126
-
-
14 Mao Road, N1 4EP, Los Angelos, USA
-
+1 212-226-3126
-
-
148 Commercity Isola Road, M1 R43 New York, USA
-
+3 864-784-4848
-
-
10 Via Della Consordia Road, S3 7ME Miami, USA
-
+1 212-226-3126
-