ABI COMMODITY

WARNING: AWAS PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT ABI KOMODITI BERJANGKA. PT ABI KOMODITI BERJANGKA TIDAK MENAWARKAN KEUNTUNGAN TETAP (FIXED INCOME) DAN TRANSFER DANA KE REKENING PRIBADI ATAU PERSEORANGAN.

Senin - Jumat 8.00 - 17.00. Sabtu & Minggu TUTUP

021 – 5761461

Hubungi Kami

Email info@abicommodity.co.id

Kinesis Bullion Business Center 2nd Floor Letjen Suprapto no: 65 Senen, Central Jakarta DKI Jakarta 10460

Emas batangan – Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Aksi jual dolar AS berpeluang menopang kenaikan harga emas lebih lanjut dan cenderung menopang permintaan komoditas berdenominasi dolar AS. Pada perdagangan Senin (25/10/2021), harga emas Comex turun tipis 1,40 poin atau 0,08 persen ke US$1.794,90 per troy ons. Sementara itu, harga emas spot naik 1,69 poin atau 0,09 persen ke US$1.794,34 per troy ons.

Tim Riset Monex Investindo Futures (MIFX) mengatakan, pelemahan dolar AS berpeluang terus berlanjut bila tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terus melemah.  “Pasar yang juga telah memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada tahun 2022 di tengah kekhawatiran tentang kenaikan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan. Hal ini lebih lanjut berkontribusi pada lonjakan harga emas,” tulisnya dalam riset harian, Senin (25/10/2021). Namun risalah rapat The Fed pekan lalu bernada lebih hawkish, ekspektasi pengetatan kebijakan awal oleh Fed akan dilakukan berpeluang membatasi kenaikan tersebut.

Dengan pelemahan dolar AS, MIFX memproyeksikan harga emas berpeluang dibeli untuk menguji level resistance US$1.803 selama harga bertahan di atas level support US$1.788.  “Namun penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas menguji level support selanjutnya US$1.782,” tulisnya. Level Support: 1788 – 1785 – 1782 Level Resistance: 1797 – 1800 – 1803