ABI COMMODITY

WARNING: AWAS PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT ABI KOMODITI BERJANGKA. PT ABI KOMODITI BERJANGKA TIDAK MENAWARKAN KEUNTUNGAN TETAP (FIXED INCOME) DAN TRANSFER DANA KE REKENING PRIBADI ATAU PERSEORANGAN.

Senin - Jumat 8.00 - 17.00. Sabtu & Minggu TUTUP

021 – 5761461

Hubungi Kami

Email info@abicommodity.co.id

Kinesis Bullion Business Center 2nd Floor Letjen Suprapto no: 65 Senen, Central Jakarta DKI Jakarta 10460

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global berpeluang tertekan seiring dengan rencana Federal Reserve mulai menaikkan suku bunga pada Maret 2022, yang menguatkan dolar AS.

Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan harga emas berpeluang bergerak turun pagi ini karena outlook penguatan dolar AS di balik ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed di bulan Maret.

“Emas spot berpeluang dijual selama bergerak di bawah level resistan US$1.806 karena berpotensi bergerak turun menguji level support terdekat di US$1.794,” paparnya dalam publikasi riset.

Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level US$1.806, emas berpeluang dibeli karena berpotensi naik lebih lanjut membidik resistance selanjutnya di US$1.814.

Level Support : 1794 – 1786 – 1776.

Level Resistance : 1806 – 1814 – 1824.

Dari dalam negeri, harga dasar emas 24 karat ukuran 1 gram dijual senilai Rp934.000, naik Rp1.000 dari harga perdagangan sebelumnya, Senin (10/1/2022).

Sementara emas satuan terkecil dengan ukuran 0,5 gram dijual Rp517.000 yang mengalami kenaikan Rp500 dari posisi sebelumnya.