ABI COMMODITY

WARNING: AWAS PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT ABI KOMODITI BERJANGKA. PT ABI KOMODITI BERJANGKA TIDAK MENAWARKAN KEUNTUNGAN TETAP (FIXED INCOME) DAN TRANSFER DANA KE REKENING PRIBADI ATAU PERSEORANGAN.

Senin - Jumat 8.00 - 17.00. Sabtu & Minggu TUTUP

021 – 5761461

Hubungi Kami

Email info@abicommodity.co.id

Kinesis Bullion Business Center 2nd Floor Letjen Suprapto no: 65 Senen, Central Jakarta DKI Jakarta 10460

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (25/1/2022) seiring meningkatnya selera investor yang berburu aset safe haven.

Tim riset Monex Investindo Future menjelaskan, ketegangan geopolitik di perbatasan Ukraina-Rusia telah menopang naik harga emas pada Senin (24/1/2022) sebesar US$8,27 dan ditutup di level US$1.842,76 per troy ounce.

“Di sesi perdagangan Asia hari ini, harga emas berpotensi dibeli menguji resistensi US$1.850. Namun bila bergerak turun ke bawah level US$1.842, maka berpeluang dijual menguji support US$1.837,” jelas Monex, Selasa (25/1/2022).

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, Di sisi lain, kenaikan suku bunga akan meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Saat emas menguat, aksi jual terjadi di Wall Street dan pasar saham Eropa yang memburuk akibat ketegangan Ukraina-Rusia dan ekspektasi bahwa The Fed akan memperketat kebijakan moneter.

Di dalam negeri, berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, hari ini harga dasar emas 24 karat ukuran 1 gram dijual senilai Rp947.000, naik Rp3.000 dari kemarin.

Sementara emas satuan terkecil dengan ukuran 0,5 gram dijual di Rp523.500, naik Rp1.500 dari harga sebelumnya. harga jual kembali (buyback) emas Antam berada di level Rp849.000 per gram, naik Rp3.000 dari harga hari sebelumnya.