ABI COMMODITY

WARNING: AWAS PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT ABI KOMODITI BERJANGKA. PT ABI KOMODITI BERJANGKA TIDAK MENAWARKAN KEUNTUNGAN TETAP (FIXED INCOME) DAN TRANSFER DANA KE REKENING PRIBADI ATAU PERSEORANGAN.

Senin - Jumat 8.00 - 17.00. Sabtu & Minggu TUTUP

021 – 5761461

Hubungi Kami

Email info@abicommodity.co.id

Kinesis Bullion Business Center 2nd Floor Letjen Suprapto no: 65 Senen, Central Jakarta DKI Jakarta 10460

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas hari ini berpeluang turun dalam jangka pendek dibalik outlook menguatnya dolar AS seiring masih terjaganya prospek kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS. Mengutip data Bloomberg, pada 10.00 WIB harga emas Comex terpantau turun 0,08 persen atau 1,3 poin ke US$1.673,90 per troy ons. Adapun, harga emas spot turun 5,06 poin atau 0,30 persen ke US$1.663,55 per troy ons. Analis Monex Investindo Futures (MIFX) menyebutkan, penguatan dolar AS bertahan setelah adanya pernyataan dari presiden Fed Cleveland Loretta Mester semalam yang mengatakan bahwa Federal Reserve perlu untuk terus menaikkan suku bunga.

“Namun, penurunan dapat terbatas karena bisa saja trader melirik aset safe haven logam mulia jika mempertimbangkan kekhawatiran resesi dan kembali memburuknya kasus Covid-19 di China,” papar analis MIFX dalam riset, Rabu (12/10/2022).

Selanjutnya, pada hari ini pasar akan mencari katalis dari data PPI bulanan dan Core PPI bulanan AS pada pukul 19:30 WIB serta FOMC Meeting Minutes pada pukul 01:00 WIB Kamis (13/10/2022). MIFX memperkirakan emas berpeluang dijual selama bergerak di bawah level resistance di US$1.670, karena berpotensi bergerak turun menguji support terdekat di US$1.660 per troy ons.

Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level US$1.670, emas berpeluang dibeli karena berpotensi naik lebih lanjut menargetkan resistance selanjutnya di US$1.677 per troy ons.